BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Sama seperti jenis fashion lainnya, produk fashion berupa hijab juga terus berkembang terlebih di era milenial seperti saat ini.

Beragam produk menarik terkait hijab pun belakangan ini terus bermunculan, dan salah satunya yang sedang menjadi trend saat ini adalah jilbab printing.

Yang membedakan jilbab printing ini dengan yang lainnya, adalah dari segi motif hingga cara pembuatannya. Jilbab printing biasanya memiliki beragam motif, dan pembuatannya cukup canggih yakni menggunakan mesin printer khusus untuk kain.

Khususnya di Banua, ternyata juga sudah ada yang menggeluti bisnis jilbab printing yang mulai marak dikenakan tersebut.

Perempuan yang menggeluti bisnis jilbab printing tersebut, tidak lain adalah Gusti Anisa Wulandari atau yang akrab disapa Ica.

Ica sudah kurang lebih dua tahun terakhir menekuni bisnis ini, dan kini memiliki brand sendiri yakni Alfaprav yang diambil dari nama kedua anaknya Alfaroby dan Pravda.

“Awalnya saya jualan baju pada 2016 lalu, kemudian fokus ke jilbab ini mulai dari 2017,” kata Ica.

Ica pun menerangkan awalnya dirinya hanya membeli kemudian dijual lagi untuk mendapatkan keuntungan, dan ngambil produk dari beberapa reseller.

Kemudian Ica pun terus memutar otak agar bisa mengembangkan bisnisnya tersebut bahkan juga untuk memproduksi sendiri.

“Saya berusaha mengembangkan usaha, dan kebetulan juga saat itu sedang booming jilbab printing. Dan konsumen saya memang suka fashion, dan saya pun mulai berpikir untuk memproduksi sendiri, apalagi di Banjarmasin juga masih jarang saat itu. Kebetulan juga saya punya keluarga yang punya alat untuk memproduksinya di Jakarta,” katanya.

Ica pun lantas langsung mencoba membuat desain untuk produk pertamanya menggunakan corel draw dan juga illustrator.

Dan Ica pun tidak mengalami kendala saat membuat desain, yang tentunya menjadi modal sangat penting untuk memproduksi produknya.

“Kebetulan saya background nya kuliah di Arsitektur ULM, jadi sudah terbiasa juga membuat desain. Dan pertama saya memproduksi enam pieces (computers, red) saja untuk mencoba,” katanya.

Setelah berhasil memproduksi enam computers, Ica pun segera memoto karyanya tersebut kemudian mempromosikannya di media sosial khususnya instagram.

“Ternyata banyak yang pesan saat dipromosikan di ig, kemudian saya pun memproduksi lagi dan sambil ditawarkan ke toko dan pasar-pasar,” jelasnya.

Hingga sekarang, usaha Ica ini pun terus berkembang dan bahkan saat ini tercatat ada sekitar 10 reseller yang memasarkan produknya miliknya bahkan hingga Jakarta maupun Bandung.(banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Promosikan Jualanmu via Aplikasi Telegram. 2000+ Member Menunggu Informasi Produkmu. Klik DISINI


1000-an Member Menuggu Informasi Produk & Layanan Digitalmu. Klik DISINI

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *