TRIBUN-VIDEO.COM – Uni Eropa (UE) dilaporkan mengalami resesi ekonomi.
Hal ini terjadi saat UE nekat menjatuhkan paket sanksi ke Rusia.
Dikutip dari ria.ru pada Jumat (9/6/2023), data Eurostat menunjukkan PDB 20 negara zona euro telah menurun untuk kuartal kedua berturut-turut.
Artinya, kondisi ini memasuki jurang resesi.
Menurut penilaian akhir ketiga, pada kuartal pertama indikator meningkat sebesar satu persen secara tahunan.
Namun pada kuartal tersebut menurun sebesar 0,1 persen.
Perkiraan awal dan sementara pada saat yang sama mengasumsikan pertumbuhan masing-masing sebesar 1,3 dan 0,1 persen.
Pada triwulan keempat tahun lalu, secara tahunan juga terjadi peningkatan yakni sebesar 1,8 persen.
Akan tetapi, secara triwulanan terjadi penurunan yang sama sebesar 0,1 persen.
Selain itu, total PDB negara-negara UE pada kuartal pertama, menurut perkiraan akhir, menunjukkan pertumbuhan sebesar satu persen secara tahunan dan sebesar 0,1 persen.
Hal tersebut ditinjau secara triwulanan.
Pada triwulan keempat tahun 2022, indikator tahunan meningkat sebesar 1,7 persen,.
Ssedangkan indikator triwulanan menurun sebesar 0,2 persen.
Pada akhir tahun 2021, PDB zona euro dan UE masing-masing tumbuh sebesar 5,3 persen.
Sebagaimana informasi sebelumnya, Uni Eropa mulai khawatir kelelahan menangani pengungsi Ukraina yang dilanda perang melawan Rusia.
Terlebih saat ini Uni Eropa dilanda inflasi yang membuat krisis ekonomi.
Dilansir dari rt.com, Komisaris Urusan Dalam Negeri Uni Eropa Ylva Johansson memberikan penjelasan.
Ia menerangkan, Uni Eropa sedang mengalami “kelelahan solidaritas” terhadap pengungsi Ukraina.
Aliran dana dari pemerintah anggota blok ke pengungsi menyebabkan kebencian.
Solidaritas para anggota UE dipertaruhkan dengan mengurusi para pengungsi Ukraina.
“Apa yang kita sebut ‘kelelahan solidaritas’ mulai terjadi di beberapa negara anggota,” katanya.
Sementara itu, penasihat khusus UE untuk Ukraina Lodewijk Asscher menerangkan, krisis biaya hidup telah menghantam keluarga berpenghasilan rendah dan menengah di masyarakat.
Padahal sebagian anggaran harus digelontorkan untuk mengintegrasikan sekitar empat juta pengungsi Ukraina ke dalam perawatan mereka.
Dicontohkan, Irlandia telah dicengkeram oleh salah satu kekurangan perumahan paling akut di dunia selama beberapa dekade terakhir.
Namun, negara itu menampung lebih dari 76.000 pengungsi Ukraina.
Hungaria kembali mewanti-wani Uni Eropa yang terus nekat merencanakan paket sanksi baru terhadap Rusia.
Diungkapkan, sanksi justru menjadi bumerang dan merugikan Uni Eropa sendiri.
Hal itu diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri dan Hubungan Ekonomi Luar Negeri Hungaria, Peter Szijjarto dalam acara Forum Perdamaian Internasional Budapest.
Ia menerangkan, “histeria sanksi” di Uni Eropa merusak daya saingnya.
Menlu Hungaria menjelaskan, Amerika Serikat telah merasakan konsekuensi konflik di Ukraina pada tingkat yang jauh lebih rendah daripada Eropa.
Szijjarto mengatakan, Uni Eropa dapat mengalami kerugian bagi dirinya sendiri dengan histeria sanksi tersebut.
Diungkapkan, sanksi justru merusak ekonomimenjadi ancaman bagi keamanan energi bagi Eropa.
Menteri Luar Negeri dan Hubungan Ekonomi Luar Negeri Hungaria mengingatkan, sanksi UE terhadap Rusia tidak mencapai tujuannya dan tidak mengakhiri konflik di Ukraina.
Ia menandaskan, sanksi ke Rusia hanya menyebabkan masalah serius dalam ekonomi Eropa dan global.
Kepala Kementerian Luar Negeri Hungaria membeberkan, saat ini terjadi perdebatan tentang paket sanksi ke-11.
Ia berpikir sanksi telah gagal berdampak pada Rusia.
“Perdebatan tentang paket sanksi ke-11 sedang berlangsung sekarang, tapi saya pikir jelas bagi semua orang bahwa sanksi telah gagal,” kata menteri.
Szijjarto percaya bahwa dengan langkah militer dan sanksi merupakan keputusan tidak masuk akal.
Ia menegaskan kembali bahwa pemerintah Hungaria mengusulkan meminta pihak yang bertikai untuk segera menghentikan tembakan dan memulai negosiasi perdamaian.
(Tribun-Video.com/ ria.ru)
Artikel ini telah tayang di ria.ru dengan judul Экономика в зоне евро вошла в рецессию
https://ria.ru/20230608/euro-1876972523.html
HOST: BIMA MAULANA
VP: AMBARWATI
#beritaterbaru #beritaterkini #beritaviral #live #breakingnews