Presiden Joko Widodo menyoroti keluhan pengusaha terkait keringnya peredaran uang di masyarakat karena perbankan banyak menghabiskan likuiditas untuk membeli surat berharga dibandingkan menyalurkan kredit ke masyarakat. Di sisi lain, uang tabungan yang dimiliki warga miskin terus berkurang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede mengatakan tren penurunan likuiditas perbankan tercermin dari mulai terbatasnya pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) diangka 0,5% (ytd) sementara kredit tumbuh 7% (ytd).
Joshua mengatakan penurunan pembiayaan dunia usaha tidak lepas dari dampak turunnya kapasitas produksi efek perlambatan ekonomi global.
Sementara Ketua Bidang UMKM Apindo, Ronald Walla mengatakan terganggunya daya beli dan ketidakpastian geopolitik global telah berdampak ke produksi dunia usaha.
Seperti apa kondisi kekeringan uang RI? bagaimana dampaknya ke pelaku usaha dan tabungan masyarakat? Selengkapnya simak dialog Dina Gurning dengan Ketua Bidang UMKM Apindo, Ronald Walla dan Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede dalam Profit, CNBC Indonesia (Senin, 04/12/2023)
Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com.
CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social:
Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT