JAKARTA, KOMPAS.TV – Nilai tukar rupiah melemah tajam dan semakin mendekati level Rp 17.000 per buck Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (19/1/2026).
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menduga, tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat disebabkan spekulasi gangguan independensi Bank Indonesia (BI) setelah Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono dinominasikan Presiden Prabowo Subianto sebagai pengganti Juda Agung, Deputi Gubernur BI yang mengundurkan diri.
Menurut Purbaya, rupiah akan bergantung pada essential ekonomi, maka ia optimistis sebentar lagi rupiah akan kembali menguat.
” Jadi ini mungkin sebagian spekulasi ketika Thomas akan ke sana, wow orang spekulasi, dia (BI) independensinya hilang. Saya pikir enggak akan begitu. Nanti kalau sudah insyaf juga langsung menguat lagi Rupiah karena fondasi ekonominya kita akan jaga supaya semakin membaik ke depan, pertumbuhan ekonomi akan semakin cepat,” kata Purbaya di kawasan Gedung DPR, Jakarta, Senin (19/1/2026).
#menkeu #purbaya #rupiah #dolar
Editor: Rizal
Produser: Dian
========.
Jangan lewatkan real-time streaming KompasTV 24 jam non quit di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe network youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video clip terbaru dari KompasTV.
Sahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui web site: www.kompas.tv.
Media sosial KompasTV:.
Facebook: https://www.facebook.com/KompasTV.
Instagram: https://www.instagram.com/kompastv.
Twitter: https://twitter.com/KompasTV.
TikTok: https://www.tiktok.com/@kompastvnews.