Salah seorang pihak yang menyadari akan besarnya potensi bisnis berbahan dasar kulit tersebut adalah Adriyanto Wicaksono. Pria yang akrab disapa Adrian tersebut mengaku tergerak jiwanya untuk mengolah kulit menjadi sebuah produk yang bernilai jual tinggi ketika masih tinggal di Papua. “Saat masih sekolah di Papua saya mendapati fakta bahwa beberapa satwa seperti katak hanya dianggap sebagai hama, sehingga banyak yang dibunuh kemudian di buang begitu saja,” kata Adrian kepada tim liputan bisnisUKM.
Informasi selengkapnya dapat anda lihat di: