Sukoharjo-Akhir-akhir ini mulai tercium aroma kebangkitan pertunjukan seni dan budaya lokal di Indonesia. Tercatat beberapa event seni pertunjukan menampilkan kesenian daerah meskipun dengan balutan lebih modern dengan alasan apapun.

Peluang inilah yang ditangkap seorang ahli pembuat kostum wayang di Grogol, Sukoharjo untuk mengebangkan bisnisnya. Berbekal kemapuan yang didapatkannya dari 12 tahun belajar dari pamannya di Jogyakarta, Hadi Sugimo saat ini ampu bertahan menjalani bisnisnya.

Berbagai inovasi dilakukan untuk menjalankan usaha keluarga sejak tahun 1989 ini hingga sekarang. Seperti mengembagkan strategi pemasaran dari sebelumnya mengandalkan pemasaran system menunggu pesanan dan bekerjasama dengan Institue Seni Indonesia, kin sudah berkembang dengan sitem online.

“system pemasaran baru ini yang membuat anak saya, dia saya percaya menjalankan pemasaran usai selesai kuliah. Karena terus terang saya tidak mudeng, dia akhirnya membuat system online sejak tahun lalu,” ujar Hadi Sugimo disela-sela perbincangan dengan Timlomagz Sabtu (17/1).

Sejak menggunakan system online, meskipun tidak terlalu banyak namun system baru ini dirasakan cukup untuk mendongkrak pesanan. Beberpa pesanan dari luar jawa masuk melalui grup Black Berry Masanger dengan nomor PIN 7ED9FB92.

Namun demikian, bagi pria berusia 55 tahun ini, kekuatan hasil karya seninya ini bukan pada strategi pemasaran, melainkan kualitas yang diberikan. Sehingga dalam membuat satu kostum wayang orang ataupun kostum tari, menjaga kualitas sangat menjadi hal paling utama baginya.

Tidak diragukan lagi, bagi sejumlah seniman di Solo, nama Sugimo sudah tidak asing ditelinga mereka. Kostum Gatotkaca hasil karyanya bahkan sampai dikenakan dalam pentas di Swiss dan Suriname dan beberapa negara lainnya.

“pernah dari penari Indonesia diundag ke lauar negeri oleh kedutaan besar untuk pentas, mereka sebelumnya pesan ke tempat saya, alasan mereka sederhana, enak dipakai dan bagus kualitasnya,” tegas Sugimo.

Dari para seniman yang pentas di luar negeri ini, akhirnya banyak yang tertarik melihat ksotum bikinan pria kelahiran Jogyakarta ini. Seakan gayung bersambut, sejumlah pesananpun mengalir ke bengkelnya di Dusun Bacem RT 02/01, Desa Langenharjo, Kecamaatn Grogol, Sukoharjo.

Dengan bantuan para pekerja yang disebut Sugimo sebagai mitra kerjanya, berbagai model pesanan dikerjakan. Mulai dari kostum Gatotkaca, Srikandi, Anoman, Lesamana, Punokawan dan selurh tokoh pewayangan lainnya dikerjakan Sugimo dan mitranya.

Demi kepuasan pelanggan, harag yang ditawarkan pun berfariatif sesuai dengan kualitas yang diinginkan. Yang paling mahal satu set kostum Gatotkaca dihargai Rp 4 juta, dan termurah Rp 1.100.000. Sedangkan kostum lainnya rata-rata setegah dari harga kostum Gatotkaca.

Dalam menjalankan bisnis rumahannya ini Sugimo bukan tanpa halangan. Diceritakannya, beberapa kali dirinya sempat tidak produksi dan mitra kerjanya dirumahkan karena tidak ada pesanan. Kejaidan pahit ini dirasakan nya saat terjadi kerusuhan tahun 1998.

Namun berkat ketekunan dan semangat membara, Sugmo bangkit dan kembali menatap masa depan dengan menggandeng beberapa seniman dan lembaga kesenian. Dan hasilnya, kostum wayang dan pakaian tarinya sampai saat ini masih diminati oleh pecinta seni.

“yang membuat saya mampu bertahan adalah ajaran orang tua saya, dengan kata-kata bijaknya”sapa tekun bakal tekan, sapa temen bakal tinemu, sapa jujur bakal subur, ojo dumeh neng ati semeleh,” tandas Hadi Sugimo mengakhir perbincangan.

Promosikan Jualanmu via Aplikasi Telegram. 2000+ Member Menunggu Informasi Produkmu. Klik DISINI


1000-an Member Menuggu Informasi Produk & Layanan Digitalmu. Klik DISINI

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *