Saat mata uang negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam kompak menguat dalam enam bulan terakhir, rupiah justru melemah sekitar 6%.

Ekonom Wijayanto Samirin mengingatkan pemerintah agar tidak menjadikan isu geopolitik sebagai alasan utama pelemahan rupiah. Menurutnya, pasar lebih khawatir terhadap kondisi essential ekonomi Indonesia, terutama terkait potensi defisit fiskal yang melebar, ketergantungan pada komoditas, serta komunikasi kebijakan yang dinilai membingungkan capitalist.

” Sebenarnya tanpa kejadian di Iran word play here tren rupiah itu sedang melemah. Karena faktor fiskal, di mana investor dan masyarakat dunia problem terkait potensi defisit yang melebar,” ujar Wijayanto kepada Warta Ekonomi, Selasa (26/5/2026).

Financial institution Indonesia disebut sudah melakukan intervensi moneter untuk menjaga stabilitas rupiah. Namun, menurut Wijayanto, perbaikan essential fiskal tetap menjadi kunci utama untuk mengembalikan kepercayaan pasar.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi pemerintah yang lebih konsisten, jelas, dan mudah dipahami capitalist international.

” Kemudian kebijakan yang lebih predictable, komunikasi pemerintah yang lebih baik, lebih bisa diterima oleh dunia luar. Ini bauran langkah yang menurut saya akan memperkuat posisi rupiah,” tutupnya.

Naskah & Video: Azka Elfriza
Editor: Bagus

#Rupiah #EkonomiIndonesia #NilaiTukar #Investor #BeritaEkonomi

Promosikan Jualanmu via Aplikasi Telegram. 2000+ Member Menunggu Informasi Produkmu. Klik DISINI


1000-an Member Menuggu Informasi Produk & Layanan Digitalmu. Klik DISINI

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *