Di Indonesia kata briket selama ini sangat identik dengan batubara. Setiap mendengar kata briket, kebanyakan orang akan langsung berfikiran dengan salah satu bahan bakar alternatif pengganti minyak tersebut. Tidak salah memang, namun seiring makin berkembangnya teknologi dan inovasi bisnis, briket pun kini bisa diproduksi dengan berbagai macam bahan baku lain, seperti briket sampah, briket bambu, briket sekam, briket serbuk gergaji, briket batok kelapa, dan briket kulit kacang. Sehingga bisa menjadi peluang bisnis yang menghasilkan rupiah. Masing-masing jenis briket tersebut memiliki tekstur dan karakter sendiri-sendiri, sesuai dengan bahan baku yang digunakan.
Belum lama ini, Selasa (9/7), tim liputan bisnisUKM berkesempatan mengunjungi salah seorang produsen briket tempurung kelapa yang berada di Bantul Yogyakarta, yakni Novi Setiawan (35). Serangkaian cerita menarik seputar perjalanan bisnisnya mengalir dari Novi yang mengaku baru melakoni usaha tersebut pada tahun 2008. “Sebelum benar-benar terjun dalam usaha briket ini, saya terlebih dahulu menjalankan usaha pembuatan arang batok dengan dibantu langsung oleh istri, namun karena saat itu asapnya menggangu lingkungan sekitar, maka kami mulai berfikir mengolahnya menjadi produk lain,” jelasnya.
Dengan melihat ketersediaan bahan baku dan peluang bisnis yang menjanjikan, maka bisa jadi ke depan produk ini akan menjadi produk andalan bisnis Indonesia.
Informasi selengkapnya dapat anda lihat di: