Pemerintahan Presiden Prabowo mempersiapkan sejumlah stimulus untuk mendorong perekonomian Indonesia, salah satunya penempatan dana pemerintah sebesar Rp 200 Triliun ke 5 Bank Himbara.
Principal Investment Officer UOB Asset Management Indonesia, Albert Z. Budiman menyebutkan stimulation likuiditas perbankan dalam jangka pendek akan menjadi ‘darah segar’ bagi perbankan. Perbankan berpotensi memperluas penyaluran kredit yang dapat menggerakan ekonomi nasional.
Meski demikian, aliran likuiditas ini juga sangat tergantung dari kondisi demand atau permintaan kredit yang perlu didorong oleh stabilitas ekonomi, hukum dan politik dalam negeri.
Seperti apa perbankan melihat dampak kebijakan fiskal pemerintah? bagaimana juga dampak stimulation ekonomi di akhir tahun 2025? Selengkapnya simak dialog Shinta Zahara dengan Chief Investment Officer UOB Asset Management Indonesia, Albert Z. Budiman dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Senin, 15/09/2025).
Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com.
CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download and install di playstore atau iphone.
Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia.
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/.
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/.
https://www.instagram.com/cuap_cuan/.
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx.
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT.