Pemerintahan Presiden Prabowo melalui Menteri Keuangan, Sri Mulyani memastikan implementasi kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% pada tahun 2025.
Kenaikan PPN menjadi 12% tentu saja akan berdampak kepada sejumlah faktor imbas naiknya harga barang dan biaya produksi. Selain itu penurunan daya beli juga berpotensi terjadi sehingga penjualan dari industri terkait berpotensi anjlok seiring dengan mahalnya barang.
Lalu bagaimana dampak PPN 12% ke kinerja dan prospek saham dari emiten yang terkait? Selengkapnya simak ulasan Analyst CNBC Indonesia Research, Susi Setiawati dalam Closing Bell, CNBCIndonesia (Jum’ at, 15/11/2024).
Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans television, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com.
CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision network 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download and install di playstore atau iphone.
Follow us on social:.
Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia.
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/.
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/.
https://www.instagram.com/cuap_cuan/.
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx.
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT.