Perlambatan ekonomi China masih terus membayangi negeri Tirai bambu seiring dengan melemahnya konsumsi, inflasi yang rendah,sektor manufaktur yang melambat, dan krisis yang menimpa beberapa sektor mulai dari properti hingga perbankan bayangan (shadow banking).
Tentu saja tekanan ekonomi China tidak hanya berdampak negatif terhadap ekonomi domestik China namun juga bagi ekonomi global mengingat Tiongkok merupakan negara dengan ekonomi terbesar kedua dunia. Hal ini juga berlaku pada Indonesia mengingat China sebagai negara mitra dagang utama sehingga melemahnya ekonomi China akan mengancam kinerja ekspor-impor RI.
Tekanan di sektor properti China yakni Evergrande Group, saat ini menjadi satu hal yang menjadi perhatian global karena dikhawatirkan dampaknya meluas secara global.
Seperti apa ulasan editorial CNBC Indonesia terhadap tekanan sektor properti China? Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Editor CNBC Indonesia, Ferry Sandria dan Economist CNBC Indonesia Research, Maesaroh dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Senin, 21/08/2023)
Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com.
CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT