Air mata di Rusia 2018 … tapi story twistnya gila.
Waktu Korea Selatan gugur di Rusia, fans udah pasrah. Bayangan Son Heung-Min harus wajib militer penuh dua tahun beneran di depan mata. Karirnya di Eropa hampir tamat gara-gara kewajiban negara.
Tapi story twist-nya cepet banget. Cuma selang beberapa bulan, dia bawa Korsel juara Asian Games di indonesia. Hasilnya? Jatah wamil dipangkas jadi cuma tiga minggu.
Pas Mei 2020, Son nyelesein tugasnya dengan condition lulusan terbaik. Dia dapet Pilsung Award karena masuk ranking 5 besar di batalyonnya.
Balik ke Tottenham, makin gacor. Jadi pencetak gol terbanyak ketiga sepanjang sejarah klub, pemain Asia pertama yang sabet Golden Boot Premier League, sampe akhirnya angkat trofi Europa League. Dari air mata di Rusia, sekarang jadi legenda klub London Utara.