Kayu sawo kecik selama ini dikenal memiliki serat yang halus serta tekstur warna alami yang menarik, yakni merah maron bila cukup tua dan kuning gading bila belum tua. Tidak mengherankan jika pada ukuran tertentu, harga kayu sawo kecik hampir menyamai harga jati yang merupakan ‘raja kayu’ di Indonesia. Tentu hal ini merupakan peluang bisnis yang bisa digarap. Beberapa jenis usaha masih mempertahankan kayu sawo kecik sebagai bahan baku andalan untuk menarik minat konsumen. Salah satu peluang usahanya adalah produksi alat bantu pendidikan seperti penggaris panjang & segitiga, jangka, dan busur.

Kendati harus bersaing dengan produk modern yang lebih berteknologi, namun permintaan akan alat bantu pendidikan seperti penggaris panjang & segitiga, jangka, dan busur kayu masih cukup tinggi. Hal itu dibuktikan sendiri oleh Bapak Irwanto (48) dan Bapak Irkamtri (45) yang mempertahankan peluang usaha ‘warisan’ keluarga sejak tahun 1990. “Usaha ini sejatinya sudah dijalankan oleh orang tua kami sejak kami masih kecil, namun seiring berjalannya waktu dimana orang tua kami semakin sepuh (tua), kami merasa kasihan sendiri, sehingga kami berdua berkomitmen untuk meneruskan usaha tersebut agar mereka (orang tua) bisa istirahat,” jelas Pak Irwanto kepada tim liputan bisnisUKM, Selasa (2/7).

Informasi selengkapnya dapat anda lihat di:

Bertahan dengan Usaha Penggaris Berbahan Kayu

Promosikan Jualanmu via Aplikasi Telegram. 2000+ Member Menunggu Informasi Produkmu. Klik DISINI


1000-an Member Menuggu Informasi Produk & Layanan Digitalmu. Klik DISINI

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *