Nilai tukar Rupiah kembali menjadi sorotan, setelah sempat menyentuh degree terendah sepanjang sejarah di angka 17.105 per Dolar AS, dan ditutup di posisi 17.090 per Dolar AS. Ini merupakan nilai terendah Garuda, setelah rentetan tren pelemahan sejak Agustus tahun lalu.
Tren pelemahan Rupiah ini pun memicu pertanyaan besar: seberapa kuat sebenarnya fondasi ekonomi Indonesia di tengah tekanan international yang kian meningkat? Lalu apa saja faktor di balik anjloknya Rupiah, dan apakah kondisi ini benar-benar mengancam stabilitas ekonomi nasional? Simak paparan Crysania Suhartanto, selengkapnya dalam program Power Lunch CNBC Indonesia (Rabu, 08/04/2026) berikut ini.

Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.

CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com.
CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download and install di playstore atau iOS.

Follow us on social:
Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT

Promosikan Jualanmu via Aplikasi Telegram. 2000+ Member Menunggu Informasi Produkmu. Klik DISINI


1000-an Member Menuggu Informasi Produk & Layanan Digitalmu. Klik DISINI

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *