Not every dollar of ours is meant to build wealth. Every dollar needs a “purpose”, but that purpose will differ depending on our current goals.” –J. Money– Personal Finance & Budgeting Advisor Milenial yang notabene masih berumur muda terlihat gagap dalam mengelola keuangan sehari-hari. Apa yang terjadi dengan generasi milenial dewasa ini? Milienial tidak mampu membedakan mana yang menjadi skala prioritas kebutuhan mereka. Akibatnya, mereka terlalu sering membeli barang yang hanya mereka inginkan, bukan yang sejatinya mereka butuhkan. Sebagian besar milenial juga tidak memiliki rencana pos pengeluaran atau anggaran setiap bulannya. Easy Come, Easy Go! Begitu terima gaji, mereka langsung belanjakan untuk kebutuhan yang sifatnya sekunder, seperti membeli gadget baru, nongkrong di Starbucks dan traveling ke luar negeri, tanpa peduli besaran presentase antara pengeluaran dan investasi yang harus dilakukan. Besar pasak daripada tiang. Penghasilan tinggi yang diperoleh dari pekerjaan tidak mampu bertahan lama demi mencukupi beragam kebutuhan aktualisasi milenial. Buku “Milenial Cerdas Finansial” merupakan kumpulan 28 opini berisi tips dan trik terkait pengelolaan keuangan untuk generasi milenial. “Perencanaan keuangan adalah satu langkah menuju financial freedom. Saatnya milenial melek literasi finansial sejak dini.” Fitra Prasapawidya Purna, S.E., M.Sc. Ketua Generasi Cerdas Keuangan OJK “Suksesnya pembangunan nasional berawal dari pembangunan manusianya. Bila SDM-nya saja minim pengetahuan dan skill, maka bagaimana bisa berkontribusi untuk membangun negeri? Achmad Rifa’i, S.Pd., M.Sc. Junior Analyst di Direktorat Perencanaan Makro & Analisis Statistik, Bappenas RI
http://books.google.com/books/previewlib.js
GBS_insertEmbeddedViewer(“NrTPDwAAQBAJ”, 500,400);