Ketika Pak Rifky menceritakan tentang bagaimana tantangan terbesar di generasi pertama adalah manajemen bisnis yang berantakan mulai dari pembukuan, manajemen, pemasaran, namun secara produk, kualitas merupakan prioritas.
Juga dari mulai jam kerja dan pikiran sangat terkuras habis setiap harinya. Dari mulai tidak bisa membagi waktu kerja, istirahat dan rileks, kemudian tak ada waktu santai, terutama yang terkuras adalah pikiran.
Saya berpikir bagaimana kalau ayah saya tidak ada, bagaimana kalau saya tidak ada, apakah bisnis saya ini akan bisa terus berjalan seperti sekarang ini? tentu tidak mungkin.
Tentu yang saya lakukan selama di coaching adalah pola pikir yang berubah, itu dari awal, jadi memang kita dibentuk agar kita menjadi seorang pemimpin seorang leader yang smart yang bisa me manage bawahannya bagaimana semua bawahan senang dengan kita.
Kemudian membuat aturan aturan diperusahaan sehingga menjadi lebih tertib dan tentu akhirnya saya bisa bekerja lebih santai tanpa mengurangi profit dan omzet dari perusahaan bahkan malah menambah. Yang membuat saya happy saat ini adalah saya bisa membagi waktu untuk bekerja, saya gunakan untuk fokus bekerja , waktu untuk keluarga saya gunakan fokus untuk keluarga, waktu dengan teman teman saya, saya gunakan fokus untuk teman teman saya, dan waktu saya dengan olahraga saya gunakan untuk fokus berolahraga.
Setelah menerima business coaching ini saya jadi lebih enak ya dalam bekerja ini , saya lebih fokus apa yang saya kerjakan tidak hanya muter muter dengan operasional yang setiap harinya saya kerjakan.