Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Shop untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO. COM- Bangladesh kini dilanda krisis bahan bakar parah pasca libur panjang Idulfitri.
Kelangkaan ini dipicu oleh gangguan pasokan akibat pecahnya perang di Iran.
Mengutio Viory pada Senin (30/3/2026), ribuan pengendara di kota Dhaka terpaksa mengantre selama berjam-jam di SPBU.
Banyak pompa bensin di seluruh kota memilih tutup karena stok yang menipis.
Pemerintah mengklaim stok mencukupi, namun warga tetap sulit mendapatkan bahan bakar.
Warga mengeluh waktu kerja dan rutinitas harian mereka terganggu akibat antrean panjang.
Ahsan Habib, seorang warga setempat, mengaku kehilangan waktu istirahat demi mengisi bensin.
Kelangkaan ini juga diduga terjadi akibat adanya permainan sindikat distribusi bahan bakar.
Dari 100 SPBU di Dhaka, dilaporkan hanya 10 titik yang tetap beroperasi melayani warga.
Pemilik SPBU dituding sengaja menahan stok demi menunggu kenaikan harga per 1 April.
Krisis ini dikhawatirkan akan melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat secara luas jika terus berlanjut.
Asosiasi Pemilik Pompa Bensin memperingatkan kemungkinan penutupan total sejumlah stasiun bensin.
Pihak asosiasi juga mendesak pengamanan ketat menyusul adanya laporan kerusuhan di beberapa lokasi.
Saat ini, harga minyak dunia jenis Brent melonjak hingga 101,42 dolar AS per barel.
Kenaikan harga dipicu oleh serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan Teluk.
Konflik militer antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran membuat Selat Hormuz terganggu.
Perang besar ini bermula sejak pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran pada akhir Februari lalu.
Hingga kini, ribuan nyawa telah melayang akibat eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah tersebut.
( Tribun-Video. com/Viory. video clip).
Bangladesh endures fuel shortages as Iran war drives lines for petrol.
https://www.viory.video/en/videos/a3004_30032026/pressure-at-the-pumps-bangladesh-suffers-fuel-shortages-as-iran-war-drives-queues-for-petrol.
Program: Live Update.
Host: Yustina Kartika Gati.
Editor Video: Rifqi Khusain.
Video Production: Magang Novan Arifatul Rafael.