Rencana kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% pada 2025 semakin mendapat banyak penolakan. Kenaikan tersebut akan membebani masyarakat serta bisa berdampak buruk terhadap kinerja
Kenaikan PPN dari 11% saat ini menjadi 12% pada 2025 bisa menurunkan daya beli secara signifikan, mengakibatkan kesenjangan sosial yang lebih dalam, dan menjauhkan target pertumbuhan ekonomi yang diharapkan mencapai 8%.
Dengan beban PPN yang meningkat, rakyat kecil harus mengalokasikan lebih banyak untuk pajak tanpa adanya peningkatan pendapatan yang memadai. Konsumsi juga terancam melambat padahal konsumsi rumah tangga menyumbang 53% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menjadi mesin utama pertumbuhan.
Seperti apa dampak kenaikan harga pangan hingga rencana kenaikan PPN menjadi 12% di 2025 terhadap emiten sektor konsumer? Selengkapnya simak ulasan Analyst CNBC Indonesia Research, Susi Setiawati dalam Closing Bell, CNBCIndonesia (Kamis, 21/11/2024).
Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com.
CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social:.
Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia.
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/.
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/.
https://www.instagram.com/cuap_cuan/.
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx.
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT.