Ekonomi Lumpuh, Warganet Geram dan Tuntut Sandiaga 1
Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin 1 mengungkapkan, jika demo yang dilakukan mengatasnamakan Rakyat Indonesia tersebut sebagai upaya memperjuangkan untuk memperbaiki perekonomian ke arah yang lebih baik dari pemimpin saat ini dikomandoi oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Tak ada niat sekecilpun kami menjadikan kontestasi politik ini untuk mencari kekuasaan, karena kekuasaan hanyalah milik Allah. Kami hadir di sini untuk memperjuangkan harapan besar masyarakat yakni ekonomi yang lebih baik, serta pemerintahan yang lebih berpihak pada rakyatnya,” cuit akun Twitter @sandiuno, Rabu (22/5/2019).
Cuitannya tersebut ditanggapi kegeraman oleh warganet (netizen) yang menilai, jika Sandiaga 1 tidak berpikir rasional. Pasalnya, dengan adanya aksi bahkan menimbulkan kericuhan, justru membuat perekonomian Indonesia lumpuh.
“Sejarah telah mencatat tiada demo rusuh yang mengakibatkan ekonomi masyarakat yang lebih baik. Apple to apple dikit lah bapak ganteng pliss. Bapak enak tinggal bilang gak ada niat. Itu yang taqlid buta gimana nasibnya?,” @SheMariana.
Bahkan, ada netizen yang meminta agar Sandiaga 1 menarik para pasukan yang diduga diperintahkan oleh kubu 02. Netizen ini berharap aksi demo yang terjadi dari Selasa (21/5/2019) malam hingga hari ini, tidak menimbulkan korban jiwa.
“Pak, ngomong dong suruh berhenti rusuh. Kalau tokoh 01 atau lainnya yang ngomong, yang rusuh gak bakal dengarin. Kalau bapak-bapak yang ngomong, mereka pasti ikut. Sebelum lebih banyak lagi yang mati @sandiuno @FaldoMaldini @Dahnilanzar atau emang nunggu banyak yang mati? belum lagi ekonomi lumpuh dsb,” pinta @rahganda.
Pendapat senada juga dicuitkan akun @mrhasanudin, yang menilai aksi demo penolakan hasil perhitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan berimbas terhadap perekonomian Indonesia. Apalagi, banyak masyarakat hari ini terutama di Jakarta, tidak melakukan aktivitas rutin seperti biasanya.
Semisal, pergi bekerja, berdagang, melayani antar jemput penumpang oleh para pengemudi angkutan, dan banyak lagi aktivitas lumpuh total lainnya. Karena menghindari dari wilayah berkumpulnya aksi massa.
“Begini loh, kalau ini sampai rusuh, dan membesar imbasnya adalah ke ekonomi. Berpotensi terjadi krisis. Kalau udah krisis siapa yang rugi? Kita-kita masyarakat kecil! Pejabat dan orang kaya mah tetap santai, uang mereka tetap cukup untuk hidup. Kita yang akan menderita,” katanya.
Berita , berita terbaru , berita terkini , berita hari ini , viral , news , politik , indonesia