Bank Indonesia akhirnya mengerek suku bunga acuan BI7DRR 25Bps menjadi 6% pada RDG BI Oktober 2023. Langkah ini diambil bank sentral di tengah pelemahan nilai Tukar, terpantau pada Perdagangan, Jum’at (20/10) Rupiah terkoreksi 0,19% ke level Rp 15.840 per Dolar AS.
FX Analyst CNBC Indonesia Research, Revo Gilang Firdaus menilai langkah BI menaikkan suku bunga sebagai upaya BI mengantisipasi ketidakpastian global yang semakin memanas. Hal ini terkait potensi hawkish The Fed, memanasnya geopolitik Timur Tengah yang dapat memicu kenaikan harga minyak hingga perlambatan ekonomi dunia.
Lalu seberapa kuat amunisi BI menjaga Rupiah? Selengkapnya simak dialog Safrina Nasution dengan FX Analyst CNBC Indonesia Research, Revo Gilang Firdaus dalam Profit, CNBC Indonesia (Jum’at, 20/10/2023)
Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com.
CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT