Inflasi AS yang masih panas mendorong kekhawatiran pasar terhadap berlanjutnya era suku bunga Tinggi The Fed menjadi sentimen pendorong pelemahan sejumlah mata uang global termasuk Rupiah. Selain itu gejolak geopolitik global dan pelemahan ekonomi China turut menekan gerak nilai tukar.
Mata Uang Garuda Sempat Melemah ke level Rp 15.700 per Dolar AS, Nilai tukar Rupiah dalam melawan dolar Amerika Serikat (AS) meski mulai menguat selama 3 hari terakhir dan berada di level Rp15.680/USD pada Jum’at (13/10).
Seperti apa sentimen yang mempengaruhi pergerakan Rupiah? bagaimana potensi penguatan mata uang Garuda di tengah tekanan global? Selengkapnya simak Ulasan Andi Shalini dengan Managing Editor CNBC Indonesia, Maikel Jefrianto dan Chief Economist CNBC Indonesia, Anggito Abimanyu dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Senin, 16/10/2023)
Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com.
CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT