Jakarta, CNBC Indonesia- Dolar AS yang sudah ratusan tahun menjadi acaun bagi investor, pelaku pasar dan pemangku kepentingan perdagangan global, kini mendapatkan perlawanan dari ‘geng’ ekonomi baru yang coba menlawan status quo.
Perlawanan akan hegemoni Dolar AS khususnya mencuat saat negara yang tergabung dalam BRICS berencana menciptakan alat pembayaran baru pada April 2023. Rusia, yang tengah bersitegang dengan Amerika Serikat (AS) karena perang Rusia-Ukraina, membuka suara soal potensi tersebut. Alat pembayaran baru akan diamankan dengan emas dan komoditas lain, termasuk elemen tanah jarang.
Di Indonesia beragam Langkah telah dilakukan untuk lebih mandiri menggunakan local currency transaction. Apa saja bentuknya? Mengapa dedolarisasi ini semakin gencar dan negara mana saja kah yang turut mengitu jejak BRICS ttg dedolarisasi?
Simak paparan Safrina Nasution, selengkapnya dalam program Power Lunch CNBC Indonesia (Jumat, 08/03/2024) berikut ini.
Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com.
CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social:
Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT