#inflasiamerika
Biro Statistik Tenaga Kerja AS mencatat inflasi Amerik Serikat sebesar 3,1% (yoy) pada November 2023. Angka ini lebih rendah dibanding Oktober 2023 sebesar 3,2% (yoy) sementara inflasi inti tetap di 4,0 (yoy)
Ekonom Senior INDEF, Fadhil Hasan menilai data inflasi AS sudah sesuai dengan proyeksi pasar meski belum turun drastis sehingga potensi suku bunga The Fed tetap “higher for longer” masih dipertahankan.
Sementara, Ekonom UI, Ninasapti Triaswati melihat posisi inflasi AS yang masih jauh dari 2% harus disikapi hati-hati karena ada risiko suku bunga tinggi dipertahankan.
Seperti apa analisa ekonom terhadap data inflasi AS? bagaimana dampaknya ke global & RI?
Selengkapnya simak dialog Safrina Nasution dengan Ekonom Senior INDEF, Fadhil Hasan dan Ekonom UI, Ninasapti Triaswati dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Rabu, 13/12/2023). Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com. CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT