Ekonomi dan Finansial

Wacana Jadi Nyata: Ligwina Hananto: Tujuan Finansial Itu Harus Jelas!

Coba, deh, hitung tabungan Anda tahun 2018 lalu. Apakah jumlahnya cukup memuaskan? Atau justru Anda sama sekali tak menabung? Duh, kalau menabung saja sulit, bagaimana mau berinvestasi?

Sama seperti soal berat badan dan asmara, masalah keuangan juga sering menjadi resolusi yang gagal terwujud. Maklum saja, godaan gaya hidup yang mengeluarkan banyak uang seperti beli es kopi susu, spend time dengan teman-teman, sampai liburan ke luar negeri demi konten Instagram, membuat pengeluaran jadi tak terbendung.

Selain itu, resolusi keuangan juga kadang terlalu tinggi dan tidak jelas. Menurut Ligwina Hananto, financial trainer dari QM Financial, jika berbicara soal resolusi keuangan, sebaiknya harus ‘menjejak bumi’ dan apa yang Anda inginkan pun harus jelas. “Kalau namanya resolusi keuangan biasanya enggak terlaksana, sih, jadi ganti saja namanya menjadi ‘punya tujuan finansial’,” ujar Ligwina.

Ligwina menegaskan pentingnya menetapkan angka tertentu sebagai tujuan finansial Anda. “Kalau ada angka maka semuanya harus bisa diukur,” tambahnya.

“Misalnya, Anda mau beli rumah 8 bulan mendatang dan DP-nya butuh 200 juta. Kalau seperti itu jadi dalam kepala kita sudah jelas. Tujuannya DP rumah, 200 juta, dalam waktu 8 bulan. Setelah tahu tujuannya, semua sumber daya yang kita punya akan difokuskan untuk tujuan finansial itu,” katanya.

Ada 3 tahap untuk mencapai tujuan finansial tersebut. Pertama adalah, ada berapa amunisi yang bisa digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Ligwina menjelaskan ada tiga amunisi yang Anda miliki, yaitu income bulanan dari gaji setiap bulan, income tahunan dari bonus dan THR, serta yang ketiga adalah dana yang Anda miliki saat ini setara uang tunai, yaitu tabungan, deposito, reksadana, asuransi, atau emas batangan.

Kedua, apakah tujuan finansial Anda membutuhkan pembiayaan. Ada beberapa tujuan finansial yang membutuhkan pembiayaan, misalnya membeli mobil atau membeli rumah. “Umumnya, karena kita tidak mempunyai uang sebanyak itu, maka sebagian dibayar dengan uang tunai dan sebagian lagi harus dengan pinjaman lewat bank. Artinya, kalau mau pinjam uang ke bank, kita harus menyiapkan kemampuan untuk membayar cicilannya dan mau berapa lama jangka waktunya. Utang itu enggak boleh tanpa batas, utang itu harus jelas. Mau setahun, mau tiga tahun, mau lima tahun? Atau kalau rumah mau 10 tahun atau 15 tahun,” paparnya lagi.

Ketiga, tambah Ligwina, ada tujuan-tujuan finansial yang bisa dicapai dengan melakukan investasi. Investasi ini ada dua jenis. Investasi yang pertama adalah yang sifatnya akumulatif, seperti tabungan dan deposito, atau bisa menggunakan produk seperti reksadana. Investasi yang kedua adalah yang sifatnya menghasilkan, seperti properti, bisnis, dan surat berharga.

Jadi, sudah tahu apa langkah finansial yang harus kamu lakukan di tahun ini, kan?

Simak artikel menarik lainnya di sini:

https://womantalk.com/lifehacks/articles

Subscribe video tips dan obrolan perempuan lainnya: http://goo.gl/ZrRXYE

Dapatkan artikel perempuan terkini, tips & trik, tanya pakar di genggaman tanganmu.

Download sekarang juga (Tersedia di Android dan IOS) : https://womantalk.com/

Facebook:

https://world wide web.facebook.com/womantalkdotcom

Twitter:

Instagram:

https://world wide web.instagram.com/womantalk_com/

Download EBook Tutorial Bisnis Versi Full PDF GRATIS. Tanpa Perlu Registrasi. Klik DISINI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *