Strategi Pemasaran

[Kelompok 07] Strategi Pemasaran – ISNA TIKA 7 ES-A

Kelompok 7

Isnatul Mukarommah

Tika Kurniawati

STRATEGY PRODUCT Existence CYCLE (SIKLUS HIDUP PRODUK)

Strategi pemasaran merupakan Upaya memasarkan sebuah produk, baik itu barang atau jasa, dengan menggunakan pola rencana dan tekhnik tertentu sehingga jumlah penjualan menjadi lebih tinggi.

Product existence cycle merupakan suatu grafik yang menggambarkan riwayat produk sejak diperkenalkan ke pasar sampai dengan ditariknya dari pasar. Didalam product existence cycle ini terdapat 4 proses yaitu:

1. Tahap Perkenalan, ditahap ini penjualan produk masih rendah dan volume pasar berkembang lambat. starategi pemasaran pada tahap ini ditujukan unutk membangun kesadaran akan produk secara luas dan mendorong konsumen untuk mencoba. strategi yang umum pada tahap ini:

• Strategi Peluncuran Cepat, disini menerapkan harga yang tinggi dan melakukan promosi yang gencar untuk meyakinkan konsumen akan kualitas produk.

• Strategi Peluncuran Lambat, menerapkan harga yang tinggi agar memperoleh laba yang banyak dan promosi yang rendah agar biaya tidak terlalu tinggi.

• Strategi Penetras Cepat, dilakukan dengan menetapkan harga yang rendah dan promosi yang agresif.

• Strategi Penetrasi Lambat, dengan menerapkan harga yang rendah dan promosi rendah.

2. Tahap Pertumbuhan, ditahap ini penjualan dan laba akan meningkat dengan sangat cepat , disebabkan permintaan sudah sangat meningkat. tahap-ahap ini dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:

• Pertumbuhan Cepat, ditandai dengan melonjaknya tingkat penjulan perusahaan dengan cepat karena produk sudah dikenal dan diminati konsumen.

• Pertumbuhan Lambat, penjualan makin meningkat namun dengan pertumbuhan yang makin menurun.

3. Tahap Kedewasaan, ditandai dengan tercapainya titik tertinggi dalam penjualan. terdapat 2 strategi dalam tahap ini yaitu:

• Strategi Bertahan, strategi ini bertujuan untuk mempertahankan pangsa pasar dari pesaing dan menjaga produk dari serangan pesaing.

• Strategi Menyerang, strategi ini menitikberatkan pada usaha perubahan untuk mencapai tingkat yang lebih baik.

4. Tahap Penurunan, pada tahap ini penurunan penjualan disebabkan oleh faktor-faktor seperti perubahan selera pasar, produk substitusi diterima konsumen dan perubahan tekhnologi.

Siklus hidup produk pada minuman Ale-Ale (PT. Tirta Alam Segar)

a. Tahap perkenalan

Ale-ale jeruk adalah produk pertama dari PT. Tirta Alam Segar yang berdiri tahun 2006. Ale-ale jeruk louncing pada tahun 2007 dengan menggunakan cup transparan dengan tujuan untuk menunjukan kepada konsumen bahwa produknya benar-benar higenis. Pada tahun pertama produk ini masuk kepasar penjualannya masih sedikit dan distribusinya masih terbatas karena masyarakat belum mengetahui produk ini, oleh karena itu banyak dilakukan penelitian tentang produk maupun kemasannya. Promosi produk sangat agresif dilakukan melalui media masa (tv, quran, radio dan sebagainya). Strategi yang dilakukannya yaitu menjual produk dengan harga dibawah produk yang sejenisnya. Pada tahap perkenalan ini berlangsung sekitar 1 tahun.

b. Tahap pertumbuhan

Awal tahun 2008 ale-ale jeruk sudah banyak diminati masyarakat dan mulai mempunyai konsumen setia. Pada tahap pertumbuhan promosi masih dilakukan tetapi tidak seagresif seperti pada tahun perkenalan dan tujuan iklannya bukan lagi untuk mengenalkan produk tetapi untuk meyakinkan konsumen. Strategi yang digunakan pada tahap ini adalah dengan meningkatkan kualitas produk yatu melakukan penelitian tentang rasa yang disukai masyarakat.

c. Tahap kedewasaan

Tahap pergantian pertumbuhan ale-ale jeruk terjadi setiap musim hujan atau awal dan akhir tahun karena pada setiap musim hujan permintaan turun dan kembali naik ketika mulai berakhirnya musim hujan. Pada tahap kedewasaan ini ale-ale jeruk berlangsung lebih lama dari tahapan-tahapan sebelumnya yaitu selama kurang lebih 2 tahun dari awal tahun 2009 sampai akhir tahun 2010. ale-ale jeruk mampu merajai pasaran minuman dalam cup menggeser posisi “frutung” di pasaran, bahkan tidak lama kemudian “frutung” menghilang dari pasaran. Untuk mempertahankan posisi tersebut produsen mengubah warna cup yang awalnya transparan dengan sedikit gambar buah menjadi cup putih dengan print warna yang lebih menarik, selain itu perusahaan mulai memproduksi ale-ale dengan varian baru yaitu stowberry dan apel fuji.

d. Tahap penurunan

Akibat dari mengeluarkan varian baru dengan rasa apel fuji dan strowberry, maka selera konsumen mulai berubah. Konsumen lebih menyukai rasa apel fuji dan strowberry daripada rasa jeruk. Hal ini membuat penjualan ale-ale jeruk menurun drastis sehingga ale-ale jeruk tidak mampu lagi bersain dengan ale-ale rasa apel fuji dan strowberry. Menyadari keadaan tersebut, perusahaan tidak lagi fokus diale-ale jeruk,perusahaan tidak membangkitkannya tapi cenderung meninggalkannya, perusahaan akan memproduksi jika ada permintaan. Sampai saat ini produk ale-ale jeruk masih beredar di pasaran tetapi sudah sangat jarang ditemui, berbeda dengan varian lain yang masih mudah ditemukan.

Download EBook Tutorial Bisnis Versi Full PDF GRATIS. Tanpa Perlu Registrasi. Klik DISINI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *